Products & Services Submit a ticket My Tickets
Selamat datang
Masuk  Mendaftar

Membuat VPS LXC di Proxmox

LXC adalah teknologi virtualisasi tingkat sistem operasi yang memungkinkan beberapa sistem operasi berbagi kernel Linux yang sama. Dengan LXC, setiap container tampak seperti instan terpisah dari OS, tetapi sebenarnya berbagi kernel dengan host dan container lainnya. LXC sangat ringan dibandingkan dengan VM, karena tidak membutuhkan hypervisor atau OS tamu yang lengkap.

Setup Network Interfaces

Copy dulu original network interfaces
cp -p /etc/network/interfaces /etc/network/interfaces-bak
Bash
Kemudian kita ganti /etc/network/interfaces
Skema IP address adalah 30.30.30.30 dan gateway 30.30.30.1 Kemudian IP VPS 10.0.0.10 dan gateway 10.0.0.1
auto lo iface lo inet loopback auto eth0 iface eth0 inet manual auto vmbr0 iface vmbr0 inet static    address 30.30.30.30/24    gateway 30.30.30.1    dns-nameservers 8.8.8.8 8.8.4.4    bridge_ports eth0    bridge_stp off    bridge_fd 0 auto vmbr1 iface vmbr1 inet static    address 10.0.0.1    netmask 255.255.255.0    bridge_ports none    bridge_stp off    bridge_fd 0
Bash
Kemudian restart network
systemctl reload networking
Bash
Setelah terbuat maka hasilnya seperti ini.

Set Resouce Pool

Hal kedua yang dilakukan adala set resource pool. Bisa di set dari menu Datacenter > Pools.
Kemudian klik Create lalu isi sesuai kebutuhan.
Contoh jika sudah terbuat.

Download Template OS

Hal selanjutnya adalah download template OS yang akan digunakan. Kita menuju ke Datacenter host node > lalu pilih local CT Templates. Dalam hal ini pilih partisi storage yang akan digunakan.
Lalu klik Templates kemudian sortir pada menu Search, template apa  yang ingin dicari. Misalnya ingin mencari OS ubuntu.
Pilih dengan cara di klik, kemudian Download.
Proses download akan terlihat dan ketika selesai ditandai dengan TASK OK.

Deploy VPS LXC

Setelah template Ubuntu 22 sudah kita download, saatnya untuk deploy VPS tersebut. Pada pojok kanan atas klik Create CT.
Pada menu General isi beberapa kolom sesuai dengan kebutuhan. Di sini kita isikan hostnamenya adalah tester dengan CT ID 100.
Pada menu Template pilih template yang diinginkan serta storage partisinya.
Pada menu Disk tentukan partisi storage dan besarnya GB disk.
Pada menu CPU Anda mungkin hanya melihat baris Cores saja. Klik Advanced pada kotak bawah.
Kemudian akan terlihat jumlah cpu limit serta cpu units yang diinginkan. Dalam hal ini kita mencoba membuat VPS spesifikasi rendah untuk tes. Menggunakan 1 core dengan batas max cpu 2.
Pada kolom Memory isi RAM sesuai kebutuhan, di sini kita set ke 1 GB ram atau 1024 MB. Jika menginginkan swap, maka isi. Jika tidak maka cukup diberi nilai 0.
Kemudian pada bagian Network isikan sesuai dengan default network path local Anda. Sebelumnya, local network yang sudah kita isikan adalah 10.0.0.1 sebagai bridge. Maka kita isikan IP selanjutnya untuk keperluan VPS LXC ini.
Jika Anda punya IPv4 statik sendiri, silakan isikan di sini. Jika tidak ada, bisa menggunakan IP local.
Perubahan yang dilakukan sebagai berikut :
  1. Bridge diganti menjadi vmbr1

  2. IPv4/CIDR : 10.0.0.5/24

  3. Gateway IPv4 : 10.0.0.1

  4. Opsi Rate limit MB/s : 10 MB/s atau 100 Mbps

Kemudian Next.
Lalu pada bagian DNS kita bisa isikan 1.1.1.1 untu primary dan 8.8.8.8 pada secondary.
Jika sudah, lalu Confirm dan Finish. Setelah selesai maka akan terlihat berikut. Terlihat agak hitam karena VPS LXC dalam keadaan mati (turn off).
Untuk menyalakannya PS tersebut tinggal pilih klik kanan pada VPS tester >  Start.
Selamat! VPS sudah di start dan dalam hitungan detik akan boot up pada guest OS.

Console VPS

Untuk melakukan console ke VPS tersebut, pilih menu Console.
VPS LXC sudah up dan running, namun tidak dapat melakukan koneksi ke luar maupun sebaliknya. Harus di set NAT atau assign IPv4 static.

Apakah jawaban ini bermanfaat? Ya Tidak

Send feedback
Maaf kami tidak bisa membantu. Bantu kami mengembangkan artikel ini dengan umpan balik Anda.